Jumat, 16 Januari 2009
Kamis, 15 Januari 2009
Senin, 12 Januari 2009
Ferrari F60
Ferrari akhirnya merilis mobil Formula One (F1) anyar mereka untuk musim balap tahun ini. Mobil supercepat terbaru Kuda Jingkrak dinamai F60.
F60 diperkenalkan di Maranello, Senin (12/1/2009). Dinamai F60 karena Ferrari ingin memperingati masa bercokolnya mereka di ajang F1 yang sudah berjalan selama 60 tahun.
Besutan baru Felipe Massa dan Kimi Raikkonen ini akan dijajal Massa kemudian di lintasan Mugello. Biasanya mobil baru Ferrari diujicoba di Fiorano, namun karena cuaca buruk mengubah tradisi yang sudah berjalan.
Dengan F60 ini Ferrari banyak berharap dapat memberikan dukungan penuh kepada Massa dan Raikkonen, yang musim lalu kalah bersaing oleh pembalap McLaren Lewis Hamilton.
Meski Ferrari berhasil memenangi kejuaraan dunia konstruktor, Ferrari tetap kalah di perebutan World Driver Championship 2008 di mana Massa kalah dengan selisih satu poin dari Hamilton.
Minggu, 11 Januari 2009
Buemi Resmi Perkuat Toro Rosso
FAENZA - Impian Sebasien Buemi terjun ke laga balap jet darat Formula One (F1) terwujud. Bos tim Franz Tost mengumumkan, Buemi resmi memperkuat barisan pembalap Formula One (F1) Toro Rosso musim 2009.
"Kami gembira menyambut kedatangan Sebastien ke klub. Teknisi kami sangat terkesan dengan kecepatan balapnya, juga atas peningkatan potensinya sejak tahun lalu," ungkap Tost seperti dilansir autosport, Sabtu (10/1/2009).
"Performanya yang luar biasa di GP2 membuat kami yakin dia berhak atas tanggung jawab ini. Kesungguhannya di program pembalap junior Red Bull membuat Dietrich Mateschitz puas," tambahnya.
Pembalap asal Swiss ini memang diunggulkan untuk mengisi satu kursi STR. Dan akhir bulan ini, Buemi akan mengawali debutnya sebagai pembalap resmi STR dengan mengikuti ujicoba di Sirkuit Portimao, Portugal.
"Saya gembira didaulat untuk memperkuat Scuderia Toro Rosso, tahun ini. Target saya sejak mengenal dunia balap adalah menjadi pembalap Formula One," terang Buemi.
"Maka, saya akan berusaha keras mencapai hasil terbaik dan memberikan kontribusi terbaik sebagai balasan atas dukungan Red Bull selama ini," tegasnya.
Sementara rekan setim Buemi akan segera diumumkan.
Ferrari Pindahkan Lokasi Peluncuran
MARANELLO - Tim Ferrari memutuskan untuk memindahkan lokasi peluncuran mobil Formula One (F1) anyar mereka ke Mugello. Padahal sebelumnya mereka berencana melakukannya di Fiorano.
Seperti dilansir Autosports, Minggu (11/1/2009) peluncuran yang rencananya bakal digelar pada Senin (19/1/2009) pekan depan, terpaksa dipindahkan karena alasan cuaca. Seperti diketahui, belakangan kondisi cuaca di bagian utara Italia sedang memburuk karena masih dalam musim dingin.
Seolah tidak mau membuat khalayak terlalu lama menunggu dan penasaran dengan kinerja mobil F1 anyar mereka, tim kuda jingkrak pun menggeser lokasi peluncuran.
Mugello yang akan jadi tempat bagi Felipe Massa meraih kilometer pertamanya bersama mobil baru Ferrari terletak di sebelah selatan Fiorano dan hanya berjarak tempuh sekitar dua ajam dari tempat yang direncakan menggelar peluncuran tersebut sebelumnya.
Jika peluncuran tersebut berjalan lancar, maka Ferrari bakal menjadi tim F1 pertama yang memperkenalkan mobilnya di tahun 2009 ini. Tepat satu pekan kemudian, dua tim yakni McLaren dan Toyota juga berencana melakukan hal yang sama.
Sabtu, 20 Desember 2008
Rabu, 17 Desember 2008
Senin, 15 Desember 2008
Coulthard Ditawari Bawa Citroen Loeb
LONDON - Dari F1 pindah ke reli. Mantan pembalap F1 David Coulthard ditawari mengemudikan mobil Citroen WRC oleh juara dunia WRC asal Prancis Sebastien Loeb.
Loeb yang baru-baru ini menjalani tes drive dengan Red Bull, tim F1 yang dibela Coulthard sebelum pensiun, menawarkan hal serupa kepada Coulthard yang kerap disapa dengan akronim namanya saja, DC.
"Bila dia menginginkannya maka bagi saya tidak menjadi masalah," terang Loeb yang sudah lima kali menjadi kampiun WRC seperti dilansir Sporting Life, Senin (15/12/2008).
Meski penawaran Loeb terkesan tidak serius, DC masih memberikan tanggapan kepada komentar rekannya sesama pembalap itu.
"Saya menginginkannya... tapi tidak di hutan mengingat tingkat rata-rata tabrakan saya, bakal membuat saya sangat tidak nyaman," ungkap DC membalas gurauan Loeb.
Hartley Incar Superlicence F1
JEREZ - Momen menegangkan tengah menghinggapi Brendon Hartley. Hartley akan mengendarai mobil Formula One (F1) bersama Red Bull di Spanyol. Dia harus tampil maksimal agar mendapat superlicense F1.
Hartley akan mencoba mobil terbaru milik Red Bull yang akan digunakan musim depan. Pembalap asal Selandia Baru itu harus menunjukan kemampuannya kepada para juru mesin milik tim bermarkas di Milton Keynes itu.
Selain itu, Hartley juga harus mampu mengelilingi lintasan sepanjang 300km hingga kelar. Pembalap 19 tahun itu diperkirakan bakal melahap sekira 70 putaran selama sesi ujicoba itu.
Manajer Hartley, Peter Johnston menegaskan kalau ujicoba ini bukan masalah catatan waktu tercepat. "Dia akan menguji beberapa komponen dan mencoba melahap lintasan sepanjang 300km supaya dapat superlicence F1," jelas Johnson.
"Dia akan mencoba berbagai komponen seperti aerodinamis dan girboks selama 10-15 putaran. Jadi ini bukan mengenai catatan waktu, namun bagaimana dia mampu melahap 300km supaya mendapatkan suprlicence buat ke F1," tandasnya.
"Jika semua berjalan lancar, maka Red Bull dapat menggunakannya sebagai pembalap uji coba pada musim mendatang," pungkasnya seperti disitat AP, Senin (15/12/2008).
Kubica Sulit Prediksi Musim 2009
HINWILL - Meskipun tampil cukup meyakinkan selama musim 2008, Robert Kubica mengaku sulit memprediksi Formula One (F1) tahun depan. Apalagi, musim depan banyak perubahan regulasi.
Bersama dengan rekan setim Nick Heidfeld, pembalap asal Polandia itu membawa bendera BMW Sauber dan meraih hasil yang cukup lumayan. Kubica mengaku puas melihat penampilannya musim lalu.
"Setelah kami memecahkan masalah pada masa sesi uji coba, kami berhasil memulai musim 2008 dengan sangat kuat," papar Kubica sebagaimana dikutip Crash, Senin (15/12/2008).
"Kami bisa bertarung melawan McLaren dan Ferrari. Tentu, saya ingin meraih gelar juara hingga balapan berakhir. Meski gagal, saya puas dengan penampilan musim 2008," lanjut pembalap 23 tahun tersebut.
Sementara itu, mengenai prediksi musim depan, Kubica mengaku sulit memprediksi apa yang akan terjadi. Dengan banyak perubahan tehnik pada musim 2009, dia belum bisa bicara soal peluang timnya.
"Sulit menjawab apakah BMW Sauber bisa bersaing dengan McLaren dan Ferrari pada saat ini. Sebab, masih banyak regulasi yang kurang jelas yang akan digulirkan pada musim depan," aku Kubica.
"Untuk saat ini, setiap tim masih mencari terbaik dengan mobil baru. Masih banyak kesempatan sebelum menghadapi musim 2009. Kami baru mengetahui prediksi setelah musim depan dimulai," pungkasnya.
GP Singapura Terbaik
MONACO - Bersamaan dengan penyerahan trofi juara Formula One (F1) 2008 di Monte Carlo, Sabtu (13/12/2008) kemarin. Singapura juga menerima penghargaan sebagai Promotor dan penyelengara siaran F1 terbaik musim ini.
Prestasi negeri Singa ini cukup luar biasa, pasalnya mereka baru satu kali ini dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggara ajang balap jet darat tersebut.
Salah satu yang membuat FIA kagum, adalah siasat Singapura mendongkrak rating penonton siaran langsung di pasar Eropa. Ya, mereka sengaja merancang balapan malam, agar penonton di Eropa bisa menyaksikannya pada siang hari.
Atas penghargaan tersebut, ketua panitia penyelenggara GP Singapura Ong Beng Seng merasa bangga. Namun, ia percaya semua itu tidak akan berhasil jika tidak ada dukungan dari berbagai pihak.
"Mewakili seluruh panitia penyelenggara GP Singapura saya mengucapkan terima kasih kepada FIA dan badan F1 karena telah mempercayakan penghargaan ini kepada kami. Sumua ini kami raih juga atas dukungan dari banyak pihak termasuk pemerintah dan sektor swasta," beber Beng Seng seperti dilansir F1 Live, Minggu (14/12/2008).
Toyota Siapkan Pembalap Muda
KOLN - Jelang musim yang akan datang, jauh-jauh hari tim Toyota F1 telah menyiapkan amunisi barunya. Ya, pembalap F3 Henki Waldschmidt dikabarkan telah menyelesaikan tes pertamanya mengendarai TF108.
Waldschmidt yang selama ini masuk dalam program pembalap muda Toyota, terbang ke Bahrain bersama segenap anggota tim guna menjalani tes. Disana, ia diharuskan berujicoba dengan mobil F1 Toyota terdahulu selama dua hari penuh.
Dari 128 lap yang dilaluinya, pembalap muda asal Jerman itu berhasil mencatatkan waktu 1 menit 33.430 detik perlap. Ia hanya terpaut 1,5 detik dari pemabalap kawakan Jarno Trulli yang juga ikut serta dalam sesi tes tersebut.
Mengenai pengalaman pertamanya mengendarai TF108, Waldschmidt mengaku senang. baginya itu adalah pengalaman yang luar biasa dan tidak pernah dibayangkan sebelumnnya.
"Ini adalah pengalaman yang luar biasa dan tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Mereka sangat profesional, saya rasa itulah kunci suksesnya selama ini," tegas Waldschmidt seperti dilansir AP, MInggu (14/12/2008).
Afrika Selatan Ingin Kembalikan F1
GUATENG - Dengan didukung oleh sebuah perusahaan, Afrika Selatan memberanikan diri maju sebagai penyelenggara dfan membawa ajang balap Formula One (F1)kembali ke negeri mereka.
Guateng Motorsport Company yang baru saja berdiri mengumbar janji muluk kepada segenap khalayak pencinta F1 di negeri penghasil emas dan intan tersebut. Ya, mereka mengkumandangkan tekad menjadi tuan rumah F1.
"Guateng punya potensi untuk menggelar even sekelas F1. Fasilitas kelas dunia akan segera disiapkan guna menggelar ajang akbar tersebut," tegas salah satu anggota perwakilan eksekutif Guateng, Mandla Nkomfe kepada AP, Minggu (14/12/2008).
Sebagai langkah awal, Guateng dipastikan akan mengelar salah satu seri balap A1 GP dan WSBK tahun depan. Untuk lintasan mereka akan memakai sirkuit legendaris Kyalami.
Persatuan, Kunci Sukses F1
HINWIL - Direktur BMW Mario Theissen percaya kalau persatuan adalah salah satu kunci sukses ajang Formula One (F1). Pendapat Theissen itu berkaca dari kebehasilan FOTA dan FIA mencari solusi terbaik buat ajang F1 yang tengah didera masalah finansial.
"Kesepakatan yang dicapai tersebut merupakan hasil kerjasama antara tim-tim F1 yang tergabung dalam FOTA dengan FIA sebagai otoritas tertinggi otosports," ungkap Theissen kepada Autosports, Minggu (14/12/2008).
Menyambut pengesahan FIA atas proposal pemotongan biaya F1, pria 56 tahun itu ikut gembira. Baginya hal tersebut adalah langkah positif demi keberlangsungan ajang balap nomor wahid itu.
"FIA telah mengesahkan proposal yang kami ajukan. Jelas itu sebuah keputusan yang saling menguntungkan," tambahnya lagi.
Kegembiraan Theissen itu juga dirasakan hampir seluruh tim peserta F1. Pasalnya , keputusan tersebut telah mengkandaskan usulan FIA untuk menggunakan mesin standar di pentas balap jet darat itu.
Minggu, 14 Desember 2008
'Pangkas Biaya, F1 Lebih Manusiawi'
Milan - Peraturan baru mengenai pemangkasan biaya di balapan F1 baru saja diberlakukan. Bos Renault, Flavio Briatore, setuju dengan hal itu karena membuat F1 menjadi lebih manusiawi.
Pemangkasan biaya yang dikeluarkan tim-tim F1 menjadi hal yang mendesak untuk dilakukan menyusul terjadinya krisis ekonomi global. Mundurnya Honda dari balapan "jet darat" ini semakin membuat FIA bergegas memaksakan adanya pembatasan pengeluaran oleh semua tim.
Akhirnya kesepakatan untuk memberlakukan berbagai aturan baru untuk memangkas dana terjadi hari Jumat (12/12/2008) lalu di Monaco. Dari aturan baru tersebut, pengeluaran setiap tim akhirnya dibatasi melalui beberapa cara.
"Peraturan baru itu akan membuat F1 menjadi lebih menarik dan manusiawi. Saya setuju apabila konstruktor, dalam usahanya untuk melawan krisis, telah memberikan banyak contoh dengan mencoba banyak ide baru," tandas Briatore seperti dilansir Reuters.
Salah satu aturan baru yang sangat singnifikan adalah soal pelarangan melakukan ujicoba di tengah musim, ini mulai berlaku tahun 2009. Dengan kata lain, setelah musim bergulir setiap tim hanya memiliki sesi pengujian pada hari Jumat jelang race day. Itupun dibatasinya hanya 30.000 km setiap musim
Di tahun yang sama, FIA juga mengharuskan usia mesin diperpanjang dari yang musim ini hanya dipakai di dua balapan akan ditambah menjadi tiga balapan. Setiap pembalap hanya dijatah delapan mesin setiap musimnya, plus empat mesin untuk sesi ujicoba. Total setiap tim cuma boleh memiliki 20 mesin untuk satu musim.
Putaran mesin yang sebelumnya 19.000 rpm kini dipotong hanya menjadi 18.000 rpm. Pada musim depan perubahan ini diharapkan bisa menghemat 30% pengeluaran tim dan bahkan hingga 50% buat tim independen.
Tidak Ada Standardisasi Mesin F1
PARIS - FIA sebagai otoritas tertinggi bidang otosports akhirnya membuat keputusan penting buat ajang F1. Apakah itu?
Federasi yang dipimpin Max Mosley itu mengaku akan segera menerapkan pembatasan biaya operasional buat tim-tim F1 tanpa mengharuskan penggunaan mesin standar.
Seperti dilansir Autosport, Minggu (14/12/2008) setelah berdiskusi dengan seluruh tim F1 yang tergabung dalam FOTA, FIA akan mengimplementasikan aturan tersebut pada pengisian bahan bakar, sistem aerodinamis dan sistem transmisi.
Sedangkan untuk mesin FIA hanya melakukan pembatasan. Padahal sebelumnya, santer terdengar FIA akan menerapkan aturan mesin standar yang akhirnya membuat kisruh tim-tim peserta ajang balap jet darat tersebut.
Banyak yang menilai, dengan penerapan aturan tersebut, masing-masing tim F1 bisa menghemat sekitar 30-50 persen anggarannya.
Briatore Segera Pensiun
MILAN - Bos tim F1 Renault mengeluarkan sebuah pernyataan mengejutkan. Ya, pria 58 tahun menyatakan akan segera berhenti dari ajang balap Formula One (F1), tepatnya dua tahun lagi.
Banyak kalangan menilai, pernyataan itu adalah salah satu upaya Briatore merintis jalan menuju Maranello (markas Ferrari-red). Mendengar kabar miring itu, Briatore pun buru-buru menepisnya.
"Keputusan ini murni karena saya ingin beristirahat dari F1. Jadi, jangan pernah ada pikiran saya bakal bergabung dengan Ferrari dalam dua tahun jelang pensiun," tegas Braitore seperti dilansir Guardian Unlimited, Minggu (14/12/2008).
Meski demikan, Briatore tidak memungkiri kalau dirinya juga termasuk salah satu pendukung tim kuda jingkrak. Tapi hal tersebut hanya dikarenakan ia adalah seorang Italiano.
"Saya selalu berusaha mengalahkan Ferrari. Tapi sebagai orang Italia saya juga mendukungnya," jelas pria yang juga memegang kekuasaan di klub sepakbola Inggris Queens Park Rangers itu.
Mosley: F1 Sudah Terselamatkan
PARIS - Presiden FIA Max Mosley merasa lega setelah mengumumkan aturan baru Formula One. Ia yakin, kebijakan pemangkasan biaya dapat menghemat pengeluaran tim dan menyelamatkan ajang balap nomor wahid itu sendiri.
"Ini adalah sebuah langkah maju. Kebijakan ini adalah solusi tepat dan menguntungkan demi menjaga keberlangsungan ajang F1," tegas Mosley seperti dilansir AP, Minggu (14/12/2008).
Meski demikian, Mosley masih menyimpan sebuah ganjalan. Ia menyesal tidak mampu menyelamatkan nasib para pekerja yang selama ini menggantungkan hidupnya di F1.
"Saya tidak bisa memungkiri keputusan ini akan mengurangi lapangan pekerjaan. Namun itu adalah konsekuensi yang harus diambil supaya ajang ini bisa selamat," tambahnya lagi.
Bagi tim F1 sendiri, keputusan pemangkasan biaya dinilai cukup relevan dan bisa diterima. Apalagi dengan kebijakan itu FIA dipastikan batal menerapkan aturan mesin standar yang selama ini menuai banyak kontroversi.
Force India Aman dari Krisis
SILVERSTONE - Pemilik tim F1 Force India Vijay Mallya mengaku optimis menghadapi musim balap Formula One (F1) tahun depan. Dia memastikan timnya dalam kondisi sehat walaupun krisis keuangan telah meluluhlantahkan perekonomian global.
"Tidak ada yang harus dicemasskan oleh tim ini. Saya bisa menjamin kami dalam kondisi yang cukup bagus jelang musim balap tahun depan," tegas Mallya kepada F1 Technical, Minggu (14/12/2008).
Walaupun Force India adalah tim independen, Mallya meminta semua orang tidak pernah menyangsikan komitmen mereka di ajang balap jet darat tersebut. Pengusaha asal India itu justru beranggapan kalau tim kecil seperti Force India akan lebih solid, karena dapat dengan mudah dikelola.
"Kami memang hanya tim kecil, tapi hal tersebut-lah yang membuat kami semakin solid," tambahnya lagi.
Menatap musim 2009, Mallya cukup optimis. Ia yakin Adrian Sutil dan Giancarlo Fisichella mampu memberikan yang terbaik bagi tim.
"Musim depan? Saya optimis, karena kami lebih siap. Para pembalap akan mempersembahkan yang terbaik," jelas Mallya.
Loyalitas Button pada Honda
BRACKLEY - Keputusan Honda mundur dari ajang Formula One ternyata tidak menggoyahkan kesetiaan pembalap mereka Jenson Button. Diakui pembalap Inggris itu, Honda akan jadi satu-satunya tim yang dibelanya.
"Ini memang sebuah keputusan sulit, kadang saya tidak tahu harus berbuat apa. Namun, yang jelas saya sangat nyaman berada di tim ini," tegas Button seperti dilansir Autosport, Minggu (14/12/2008).
"Saya sadar akan nasib tim kedepan. Tapi, saya punya komitmen untuk tetap bersama tim ini," tambahnya lagi.
Dengan penyataannya tersebut, sangat mungkin kita tidak bisa melihat aksinya di ajang F1 tahun depan. Seperti diketahui, sampai saat ini tim Honda belum juga menemukan pembeli yang bersedia mendanai segala kebutuhan tim.
Dari Button sendiri sangat yakin timnya bisa terus melaju di lintasan F1 musim 2009 mendatang.
"Saya selalu berpikir posistif, kelak pasti ada pembeli yang siap menyokong tim ini. Lagipula mobil kami sudah hampir rampung, jadi tidak ada yang patut dicemaskan," tandas pembalap 28 tahun itu.