Tampilkan postingan dengan label Motogp. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motogp. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Januari 2009

Kamis, 11 Desember 2008

DEWALT, Sponsor Baru MotoGP




GERNO DI LESMO - MotoGP punya sponsor baru. Pabrikan terkemuka DEWALT akan menjadi pemasok utama keperluan MotoGP untuk musim 2009 dan 2010.

Kerjasama ini akan memudahkan Dorna Sports dan DEWALT memasarkan MotoGP ke seluruh benua Eropa, Timur Tengah dan Afrika.

"Dengan senang hati kami mengumumkan kerjasama baru kami dengan Dorna dan MotoGP. Peluang besar bagi kami bergabung dengan olahraga ini, sekaligus menjadi akses penting untuk konsumen," beber wakil presiden DEWALT Pete Morris.

"Ini menjadi strategi terbaik untuk promosi jarak dekat, di trek dan di luar trek," tambahnya seperti dilansir AP, Kamis (11/12/2008).

Direktur manajemen Dorna Sports Pau Serracanta menambahkan, "Kami gembira menyambut kedatangan DEWALT ke kejuaraan kelas dunia MotoGP sebagai pemasok utama komposisi mesin kami. Perusahaan itu memiliki hubungan baik dengan motorsports. Kami pun berkesempatan menjajal kualitas produk mereka.

Selasa, 09 Desember 2008

Rossi Ingin Balapan di Reli Lagi




GERNO DI LESMO - Tidak berselang lama setelah mampu finish di urutan ke-12 balapan Reli Inggris Raya, juara dunia MotoGP Valentino Rossi kembali menyatakan hasrat untuk dapat kembali berlaga di ajang reli tahun depan.

"Saya akan sangat senang bila dapat kembali ke ajang reli tahun depan. Itu jika memang memungkinkan, tapi belum ada keputusan," papar Rossi sebagaimana dikutip Crash, Selasa (9/12/2008).

"Saya sangat menikmati balapan reli, khususnya ketika kami dapat mencetak waktu cukup baik pada balapan Minggu kemarin. Oleh karena itu, saya berharap dapat kesempatan untuk bekerja sama dengan Stobart lagi," tandas pembalap Fiat Yamaha itu.

Beruntung, keinginan Rossi untuk kembali berlaga di ajang reli bersama Stobart mendapatkan sambutan hangat dari seluruh punggawa yang ada di manajemen Stobart Ford Focus.

"Ada beberapa hal yang menyenangkan ketika Valentino berada di tim ini dan kehadirannya di sini memberikan dampak positif di skuad kami," puji team principal Sobart Malcolm Wilson.

"Ya, kehadiran Valentino di tim kami memang meningkatkan gairah tim ini. Dia telah menjadi inspirasi bagi setiap orang yang ada di tim ini," kata CEO Stobart Grup Andrew Tinkler.

Bintang Reli Terkesan Rossi




CARDIFF - Valentino Rossi tampil cukup mengesankan di ajang Reli Inggris Raya di Wales. Duo bintang reli Sebastien Loeb dan Jari-Matti Latvala mengaku terkesan dengan aksi jawara dunia MotoGP itu.

Rossi tampil ketiga kalinya di ajang reli yang dilakukan pekan kemarin. Tak seperti debutnya pada 2002 silam, kali ini pembalap asal Italia tersebut mampu menggeber mobil hingga garis finish dengan berada di urutan ke-12.

Loeb yang merupakan jawara dunia reli lima kali mengatakan, Rossi telah melewati tantangan besar. Dia sudah meningkatkan peforma di reli, dimana sebelumnya pembalap Fiat Yamaha itu sempat finish di urutan ke-45 pada stage one.

"Saya rasa untuk saat ini Valentino memang pantas menyandang predikat juara dunia sepeda motor. Pada awalnya, saya mengira dia akan kesulitan melakukan balapan di even seperti ini," kata Loeb.

"Jika saya yang melakukan uji coba di MotoGP, mungkin saya akan jauh tertinggal dari para pembalap lainnya," lanjut pembalap asal Prancis itu seperti disitat Crash, Selasa (9/12/2008).

"Buktinya, pada akhir balapan reli dia semakin baik dan meningkatkan peforma. Tapi saya berharap dia mendapatkan kesenangan yang memang dicarinya. Saya sempat berbicara dengannya dan dia mengaku kesulitan," tambahnya.

Sementara Latvala yang juga mengendarai Ford Focus WRC mengatakan, Rossi memang telah melakukan tugasnya dengan baik. Bahkan ini sekaligus membuktikan, tidak gampang berkarir di ajang WRC.

Yamaha ijinkan Rossi jadi pereli ??




GERNO DI LESMO - Valentino Rossi memiliki ambisi untuk berlaga di Kejuaraan Reli Dunia (WRC). Bos Yamaha Davide Brivio mendukung penuh keinginan pembalap kesayangannya itu. Benarkah?

Brivio sangat terkesan kepiawaian jawara dunia MotoGP itu mengendarai mobil Ford Focus WRC. Meski diiringi oleh hujan, es, salju dan debu, namun Rossi dapat melaluinya dengan mulus. Buktinya, dia mampu finish di urutan ke-12.

"Valentino memulai balapan terlalu hati-hati dan baru mulai terbiasa di ajang reli ini. Di akhir balapan dia semakin mendekati ke puncak penampilan. Bahkan, dia sempat lebih cepat dari rekan setimnya Wilson," kata Brivio.

Rossi memang akan tetap menjadi pembalap Fiat Yamaha di ajang MotoGP dua tahun mendatang. Namun, Brivio mengaku tidak membayangkan apa yang akan diraih The Doctor bila benar-benar berlaga di ajang WRC.

"Jika dia memang berlaga di ajang itu, maka ini akan sangat menarik untuk disaksikan. Terbukti, sekarang dia sedang bekerja keras memahami situasi di sana dan mencoba mengerti apa yang harus dilakukan," pungkasnya seperti disitat Crash, Selasa (9/12/2008).

Minggu, 07 Desember 2008

tahun 2009 Doni Tata tidak lagi di 250cc




Jakarta - Petualangan Doni Tata di balapan kelas 250cc usai sudah. Pembalap Indonesia itu tak akan berkompetisi lagi di sana tahun depan.

Doni, yang musim 2008 meraih satu poin dari hasil menempati posisi 15 di GP Cina, dipastikan tak akan ambil bagian tahun depan setelah Yamaha Jepang memutuskan untuk mengeliminasi keikutsertaan mereka di kelas 250cc. Keputusan tersebut diambil setelah melihat prestasi timpang pembalap Yamaha di kelas MotoGP dan 250cc.

Prestasi Yamaha di kelas MotoGP memang gemilang di tahun 2008. Selain menempatkan Valentino Rossi sebagai juara dunia, mereka juga sukses memunculkan Jorge Lorenzo sebagai Rookie of the Year. Catatan tersebut memang timpang jika melihat Doni yang hanya meraih satu poin di sepangan musim.

Tetapi, hal itu dinilai bukan disebabkan oleh Doni. Yamaha sadar bahwa sebagus apapun potensi pembalap asal Yogyakarta itu, ia tetap akan kesulitan meraih poin jika masih menunggangi motornya musim lalu. Pasalnya, motor yang dikendarai Doni musim lalu adalah motor dua-tak yang sudah lama tidak dikembangakan Yamaha sejak beberapa tahun lalu.

Jadilah Doni kemudian dipindahkan ke ajang lain dulu, yakni Supersport World Championship. Ajang tersebut merupakan balap motor empat-tak 600cc yang menjadi supporting event untuk Superbike. "Tahun depan saya tak akan berlaga di 250cc. Saya akan berlaga di Supersport," ujar Doni di acara Jakarta Motorcycle Show 2008, Minggu (7/12/2008).

Pindahnya Doni ke ajang ini pun terkait regulasi baru untuk kelas 250cc untuk tahun 2010. Nantinya, kelas tersebut akan memakai motor empat-tak dengan mesin 600cc sehingga pindahnya pemuda berusia 18 tahun itu ke ajang Supersport World Championship dimaksudkan sebagai proses adaptasi diri.

Meski Doni tak lagi berlaga di kelas 250cc, Indonesia dikabarkan tak akan kehilangan wakilnya. Tahun depan direncanakan akan ada rider lain yang bakal menggantikan posisi Doni.

Lorenzo Kaget Fans Indonesia



Jakarta - Baru di musim ini Jorge Lorenzo tampil di kelas MotoGP. Namun, saat mengetahui betapa dirinya sangat populer di kalangan fans Indonesia, pembalap tim Fiat Yamaha ini merasa terkejut.

Lorenzo berkesempatan mengunjungi Indonesia sebagai tamu istimewa Yamaha dalam event Jakarta Motorcycle Show 2008 di Jakarta Convention Centre (JCC), Sabtu (5/12/2008).

Mengenakan kemeja warna putih-biru, ia didaulat untuk meresmikan peluncuran produk sepeda motor terbaru dari Yamaha. Saat sesi tersebut dimulai, pengunjung langsung berduyun-duyun datang ke panggung Yamaha untuk melihat sosok Rookie Of The Year di ajang MotoGP 2008 itu.

Lorenzo dielu-elukan oleh para pengunjung khususnya para wanita yang mengidolai wajah tampan rider asal Spanyol itu. Mendapat sambutan sedemikian rupa, ia mengaku tidak menyangkanya.

Ketika dimintai komentar tentang kunjungan pertamanya ke Indonesia ini, Lorenzo pun mengatakan, "Indonesia adalah sebuah negara yang besar. Saya senang mendapat sambutan sebesar ini. Aku tak menyangka bakal semeriah ini."

"Saya tidak terlalu memperhatikan yang laki-laki atau perempuan, karena pengunjung yang hadir begitu banyak. Tapi yang pasti, perempuan-perempuan Indonesia menurutku baik dan cantik," ucap Lorenzo sambil tertawa kecil.

Setelah game dan sesi pemotretan yang diadakan di panggung Yamaha selesai, Lorenzo beranjak meninggalkan JCC menuju ke Hotel Mulia, Senayan, untuk menghadiri acara Meet and Greet bersama wartawan.

Lorenzo : Doni Tata Calon Pembalap Dunia



Jakarta - Hanya meraup satu poin di musim pertamanya di GP 250cc, Doni Tata Pradita belum bisa memenuhi ekspektasi fans Indonesia. Namun di mata Jorge Lorenzo, Doni diyakini bakal menjadi pembalap berkualitas.

"Tata itu sangat bagus, muda dan cepat. Motornya pun dapat ia kendalikan dengan baik. Ini yang membuat saya optimis bahwa ia dapat menjadi seorang pembalap kelas dunia, " ujar Lorenzo dalam jumpa pers di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Sabtu (06/12/2008).

Rookie of the Year di arena MotoGP itu juga tak lupa memberi saran kepada Doni supaya kemampuanya meningkat dan karir balapannya bisa menanjak hingga jenjang MotoGP.

"Doni harus berlatih lebih keras untuk meraih kesuksesan. Tapi saya yakin dia mampu melakukannya," pungkas pembalap Spanyol tersebut, yang berada di Jakarta sebagai tamu khusus Yamaha di event Jakarta Motorcycle Show 2008.

Dipuji oleh Lorenzo, Doni yang juga menunggangi motor Yamaha di kelasnya merasa tersanjung. Serta merta pembalap muda kelahiran 21 Januari 1990 itu memberi komentar balasan yang positif.

"Saya salut pada Lorenzo. Dia seseorang yang mempunyai motivasi tinggi untuk memenangi lomba. Saya patut mengikuti jejaknya," ucap pembalap yang bergabung di Tim Yamaha Pertamina Indonesia ini.

Sabtu, 06 Desember 2008

Rossi Finish 24 di Hari Pertama Rally



CARDIFF - Juara Dunia MotoGP Valentino Rossi mencatatkan prestasi impresif di hari pertamanya mengikuti kejuaraan Rally Inggris Raya. Rossi dengan mobil Stobart-backed Ford Focus WRC sukses finish di posisi ke-24 setelah melahap enam stage yang harus dilewati.

Dalam Rally hari pertama ini, cuaca buruk memang cukup menganggu jalannya lomba. Terbukti, stage pertama dan empat harus dibatalkan karena salju yang memenuhi trek. Alhasil, lomba pun harus dimulai dari stage dua. Di stage ini, Rossi memulai lomba dari urutan 45.

Meski mengaku cuaca menjadi kendala utamanya, namun juara delapan kali MotoGP itu tetap mampu menunjukkan performa apik. Bersama co-driver Carlo Cassina, The Doctor sukses memangkas posisinya di stage ketiga dan menembus posisi 34.

Hasil ini terus diperbaiki Rossi di stage-stage selanjutnya. Di stage lima dan enam, pria berkebangsaan Italia itu sukses mencatat hasil lebih baik yakni posisi 30 dan 26. Di dua stage tersisa yang berjarak 2.29km itu, Rossi sukses memacu mobilnya dan mengakhiri lomba di hari pertamanya di posisi 24.

Dengan hasil ini, Rossi tertinggal sekira 3menit 28.0 detik dari pimpinan sementara Jari-Matti Latvala (BP Ford) tyang finish di urutan pertama. Pembalap Fiat Yamaha itu juga hanya berselisih kurang dari dua menit atas rekan setimnya Matthew Wilson yang menempati posisi ke-sepuluh.

Usai lomba, Rossi memang mengakui jika cuaca buruk menjadi kendala utamanya. Meski demikian, pembalap yang akrab disapa Vale itu mengaku senang bisa mencicipi kerasnya ajang Rally dan mengemudikan mobil Ford Focus.

"Kondisi di setiap stage membuat saya sangat kesulitan. Salju serta hujan yang mewarnai sepanjang lomba sore ini meamng tak separah di pagi hari, namun tetap saja ini memabuat saya kesulitan memacu mobil dengan maksimal," papar Rossi sebegaimana dilanssir Crash, Sabtu (6/12/2008).

"Meski demikian, saya cukup senang dengan hasil lomba hari ini. Sebab, kami selalu sukses memperbaiki posisi di setiap stage-nya. Saya juga senang dengan performa mobil yang sangat nyaman dikendarai, meski cuaca tidak mendukung," imbuhnya.

Kamis, 04 Desember 2008

Dovizioso Tantang Pedrosa



BOLOGNA - Andrea Dovizioso memang baru menjadi teman setim Dani Pedrosa di Repsol Honda pada MotoGP musim 2009. Namun, kenyataan itu tidak menghalangi niat Divizioso untuk membuktikan kehebatannya kepada Pedrosa.

Dovizioso bergabung dengan Honda dari JiR Scot pada akhir musim 2008. Mantan pembalap 250cc itu menggantikan posisi Nicky Hayden yang memutuskan untuk hijrah ke Ducati musim 2009.

Meski sebagai pendatang baru di Repsol Honda, namun Dovizioso mengaku berani berduel dengan Pedrosa guna menjadi pembalap terbaik tim pabrikan asal Jepang tersebut pada musim mendatang.

"Kami sudah saling bersaing cukup lama dan dia selalu mengalahkan saya. Dia memang pembalap hebat, tapi dia selalu memiliki motor lebih baik dari saya. Kini, kami memiliki motor dan ban yang sama. Ini akan menjadi pertarungan menarik," kata Dovizioso.

"Memang menjadi pembalap utama Honda penting, namun bukan itu tujuan saya. Saya hanya ingin mengalahkan Pedrosa," lanjut pembalap pembalap asal Italia itu seperti disitat autosport, Kamis (4/12/2008).

"Tapi lebih baik memikirkan mengenai Valentino Rossi dan Casey Stoner dari pada Pedrosa. Sebab, Anda mungkin tidak akan menjadi pembalap utama Honda dan hanya finish di urutan keempat. Itu pasti tidak akan bagus," tambahnya.

"Saya tidak dalam posisi ideal untuk meraih kemenangan. Tentu HRC dan saya memiliki ambisi besar, tapi sekarang kami harus memecahkan sebuah masalah. Saya harus beradaptasi motor ini dengan cepat," pungkas pembalap 22 tahun itu.

Selasa, 02 Desember 2008

Rossi Tantang Bayliss Balapan Superbike


AFP


Valentino Rossi rupanya masih haus tantangan. Juara dunia MotoGP ini ingin melaju dengan motor World Superbike dan sekaligus menantang Troy Bayliss.

Setelah mencoba reli dan mobil F1, Rossi rupanya tertarik untuk merasakan balapan roda dua lainnya. Pembalap Italia ini menegaskan bahwa dia ingin melaju dengan motor superbike.

"Jika ada kesempatan dan tanggal yang tepat maka saya ingin membalap. Saya suka superbike dan saya sering menyaksikannya. Saya juga ingin mengendarainya," ungkap Rossi seperti dilansir Visordown.

Bahkan, ia menantang Bayliss yang merupakan juara dunia tiga kali WSBK, untuk bertarung dengannya memakai motor Superbike. Pembalap Australia ini memang telah menyatakan pensiun dari karirnya setelah menjadi juara di musim 2008.

"Saya tidak tahu kapan namun saya berharap bahwa saya dapat balapan di WSB. Saya sedih tidak dapat balapan dengan Bayliss di trek. Saya suka menantangnya dengan motor superbike," kata pembalap Fiat Yamaha ini.

Meskipun belum tahu kapan namun Rossi berharap Bayliss mau menerima tantangannya tersebut. "Mungkin dia mau jika saya memintanya untuk kembali satu balapan saja untuk tantangan ini," tukasnya.

Sabtu, 29 November 2008

Fenomena Desmosedici

Desmosedici


MESIN
Mesin 990 cc Ducati Desmodromic punya kepala silinder sistem katup yang kompak. Hanya saja, mesin 90oV harus dilengkapi balancer. Jika tidak, getaran keras akan muncul yang bikin pembalapnya tertawa sampai keluar air mata. Ini kerap dirasakan joki Ducati era 990 cc yang digelitik getaran.

Makanya kepala silinder ini, tidak efisien pada 990 cc. Jika dipaksakan, distribusi bobot jadi amburadul. Sebab, tinggi dan panjangnya kepala silinder akan menabrak ban depan. Akhirnya, akal-akalan tidak produktif yang ditempuh.

Nah, konsep matang 990 cc leluasa diterapkan pada 800 cc. Kan langkah piston 800 cc lebih pendek. Otomatis desain kepala silinder lebih mungil. Dia tidak akan membentur ban depan. Juga balancer bisa terpasang sempurna. Distribusi bobot pun lebih pas. Jadi lah, Casey Stoner lenggang kangkung.

Para insinyur racing Ducati, juga enak memajukan kruk-as. Padahal, di era 990 cc, kruk-as jadi penentu alus tidaknya torsi, harus mengalah. Maksudnya, posisinya lebih dalam di crank case.

Pada 800 cc kinerja kruk-as dirancang 360o yang basisnya ‘screamer’. Mesin lebih bertenaga dan hemat bensin. Kira-kira metodenya seperti big-bang. Posisi ledakan antarpiston terus bergantian. Bukan konvensional, dua di TMA dan dua lainnya di TMB. Tapi, keempat silinder ledakannya berdekatan.

Sebelumnya, taktik ini sulit diterapkan pada 990 cc. Lantaran langkah torak diperintah kruk-as dibikin 180o ‘soft pulse’. Taktik ini memang lebih bersahabat dengan rider, tapi tenaga mesin hilang (lost) dan boros bensin. “800 cc dengan screamer tidak punya masalah dengan itu. Pokoknya tidak seperti 990 cc yang kegedean tenaga,” jelas Preziosi, juru teknik Ducati.

KLEP
Ducati memang punya katup klep unik. Sistem desmodromic memungkinkan buka-tutup klep diatur oleh benjolan kem. Tanpa tergantung pegas klep seperti pada klep konvensional. Sehingga lebih minim gesekan.

Dengan desmodromic buka-tutup klep lebih akurat. Saat in benar-benar diurut membuka klepnya. Perjalanan angkatan klep sesuai durasi chamshaft alias kem. Sebaliknya, juga begitu. Dia tidak tergantung kualitas dan situasi pegas klep. Bahan bakar yang diijeksi pun mengalir teratur.

Sistem Desmo memungkinkan mesin sanggup berkitir 19.000 rpm. Juga penggunaan bahan bakar lebih irit. Tidak seperti mesin yang menggunakan katup pegas yang sering floating (mengambang).desmosedici

ELECTRONIC TROTTLE
Ducati punya sistem kabel murni elektronik. Baik itu sensor gas atau pengereman. Dipadu dengan pegas atau per, pembalap merasakan seperti mengendarai mesin dengan grip gas konvensional. Ini bagi rider sangat familiar dan gampang dikendarai.

SASIS
Menggunakan mesin 800 lebih menguntungkan. Lebih pendek di bagian kepala silinder. Lebih leluasa dipasang di sasis. Frame belakang atau back bone sekarang model single atau satu terbuat dari karbon fiber.

Termasuk swing-arm yang didesain ulang. Pengelasan di kanan-kiri diperkuat. Sehingga mengurangi defleksi atau kelenturan lengan ayun.
bodywork

Susunan bodi diriset dan dikembangkan Alan Jenkins. Dia merancang ulang desain fairing Ducati 990. Ekor atau buntut identik dengan Ducati 1098 yang model knalpot undertailnya dari 2 menjadi 1.

Bentuk fairing juga dibikin lebih aerodinamis. Sehingga bensin tidak boros lantaran terhambat angin. Diupayakan pada kecepatan di atas 320 km/jam lebih irit bensin.

Kamis, 20 November 2008

Rossi : pedrosa harus belajar menyusul

Foto: Dani & Vale jaga sportivitas / AP

>

GERNO DI LESMO - Nikmatnya jadi juara, mau berbicara apa saja, kesannya tanpa beban. Simak saja komentar juara bertahan MotoGP, Valentino Rossi. "Dani harus belajar menyusul," pesan The Doctor kepada rider Repsol Honda Dani Pedrosa.

Menurut Vale, Dani yang notabene merupakan rival beratnya, harus lebih garang di lintasan balap agar bisa bersaing maksimal guna menggapai juara MotoGP mendatang.

"Bagi saya Dani kurang kuat dalam urusan susul menyusul karena gaya membalapnya tidak sempurna untuk itu," jelas Vale dilansir MCN, Kamis (20/11/2008).

"Dia harus membenahi area ini karena beberapa rider lain sangat kuat dalam urusan yang sama," saran The Doctor lagi.

"Dia tidak memiliki cukup pengalaman memakai ban Bridgestone, jadi dia tidak tahu batas pakai ban. Dia tidak tahu harus memakai ban apa untuk membalap, jadi dia butuh melahap banyak balapan," tutup The Doctor.