Sabtu, 22 November 2008

The biggest Airplane.....

Antonov An-225, pesawat buatan Uni Soviet tersebut, mampu tinggal landas dengan berat total (termasuk bobot pesawat) hingga 600.000 kg. Sejauh ini tidak ada pesawat terbang lain yang mampu terbang dengan beban sebesar itu. Keunggulan ini melengkapi kelebihan ukuran atau dimensi geometri badan pesawat An-225, sekaligus mengukuhkannya sebagai pesawat terbesar yang masih beroperasi. Untuk perbandingan Airbus A380 (pesawat angkut penumpang erbesar saat ini) dengan MTOW (maximum take-off weight atau berat maksimum saat tinggal landas) sebesar 560.000 kg

Besarnya ukuran dan daya angkut An-225 merupakan implementasi misi awal pembuatan pesawat yang berjuluk “Mriya” (bahasa Ukraina yang berarti inspirasi) tersebut. An-225 dirancang untuk menjadi pesawat peluncur pesawat ruang angkasa Uni Soviet, Buran. Untuk mampu menjalankan misi operasi tersebut, An-225 dituntut memiliki spesifikasi tertentu, terutama kapasitas angkut yang besar. Proses rancang bangun berhasil mewujudkannya. Ukuran geometri badan pesawat maupun daya angkutnya memungkinkan pesawat tersebut terbang membawa pesawat Buran di atas fuselage atau badan pesawat. Kemampuan itu ditunjukkan An-225 dalam ekshibisi terbang di arena Paris Airshow tahun 1989.

Namun, perkembangan tak terduga menggiringi keberhasilan merancang bangun An-225. Desintegrasi negara Uni Soviet mengakibatkan program ruang angkasa Buran dihentikan tahun 1993. Terimbas oleh perkembangan tersebut, An-225 terpaksa di-grounded atau tidak dioperasikan. Lebih na裂lagi, kemudian, menjadi korban kanibalisasi komponen, mesinnya dilepas untuk dipasang di pesawat An-124. Kondisi demikian berlangsung selama hampir tujuh tahun, sebelum akhirnya pada tahun 2000 diambil keputusan baru.

Kembali dioperasikan

Pengoperasian kembali pesawat An-225 bermula saat Antonov Airlines membutuhkan sebuah pengangkut kargo berukuran besar. Kapasitas angkut An-225 dianggap memenuhi kebutuhan tersebut. Maka pesawat yang selama beberapa tahun hanya terparkir di hanggar itu di-upgrade, mesin dipasang kembali dan dilakukan modifikasi untuk menjadi pesawat kargo. Setelah menjalani proses sertifikasi ulang pada Mei 2001, izin operasi untuk An-225 pun dikeluarkan.

Operasi komersial pertama yang dijalani An-225 adalah terbang dari Stuttgard, Jerman, menuju Thumrait, Oman, pada Januari 2002. Dalam penerbangan tersebut diangkut makanan seberat 187,5 ton untuk pasukan militer Amerika Serikat di Timur Tengah. Sukses menjalankan operasi terbang pertamanya An-225, diterbangkan untuk berbagai operasi lain. Bahkan menjadi pesawat andalan untuk mengangkut peralatan besar yang sepertinya tidak mungkin diangkut melalui udara, seperti lokomotif atau generator seberat 150 ton. Sejak tahun 2003 An-225 juga dioperasikan untuk menunjang misi kemanusiaan di Irak, antara lain dengan menerbangkan berbagai peralatan yang berat totalnya mencapai ratusan ton.

Padatnya jadwal operasi An-225 menjadi petunjuk urgensi keberadaan dan peran pesawat tersebut. Indikasi ini mendorong pihak Antonov Airlines berkeputusan untuk menyelesaikan pembuatan pesawat An-225 kedua yang terbengkalai seiring dengan terhentinya projek ruang angkasa Buran. Dijadwalkan penyempurnaan pesawat kedua An-225 itu akan selesai tahun 2008.

An-225 Cossack Specifications
Primary Function : Cargo
Contractor : Antonov
Crew : Six
Powerplant : Six Lotarev turbofans D-18T engines at 51,590 lb (23,370 kg) each

Dimensions
Length : 275 feet, 7 in (84.0m)
Wingspan : 290 feet (88.4m)
Height : 59 feet, 5 in (18.2m)
Weights
Empty : 250,5 tons
Maximum Takeoff : 1,322,750 lb (600,000kg)

Performance
Speed : 528 mph (850km/h)
Range : 8,310 nm (15,400km) -- with maximum fuel







sebagai perbandingan Antonov 225 , Airbus A 380, dan Boeing 747

Tidak ada komentar: